Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah. Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
HOME
Dunia& Tambang : Tolak Tambang di Hari Bumi
on Tuesday, 22 April 2008
Views : 824
Dalam memperingati
Hari Bumi, Teater Girli STAI Ibrahimy Situbondo – Jawa Timur, akan menggelar
pementasan teater ”Ibu Bumi” pada hari Sabtu, 26 April 2008 di Genteng
Banyuwangi, sebagai bentuk penolakan mereka terhadap pertambangan emas di
wilayah Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi.
Tambang emas di
Tumpang Pitu ditolak oleh masyarakat, karena berpotensi merusak lingkungan. Selain
itu, PT Indo Multi Niaga akan membuang limbah tailingnya ke Teluk Pancer, yang akan
mencemari laut dan mengurangi pendapatan para nelayan.
Tak hanya membuat ruang hidup di daratan menyempit, di laut pengerukan batubara di
Kalimantan Selatan juga mendatangkan masalah bagi para nelayan. Telah sejak
lama wilayah tangkap mereka menyempit. Khususnya sejak kegiatan
pertambangan batubara marak dan menggunakan selat dan lautan di wilayah
Kotabaru sebagai jalur angkut.
Perseteruan antara pemerintah dan pengusaha batu bara yang berbuntut pencekalan belasan petinggi perusahaan tambang, pekan lalu, sungguh disesalkan. Kedua pihak seharusnya bersikap lebih dingin dan elegan dalam menyelesaikan sengketa pajak dan tunggakan royalti batu bara yang sudah menahun lamanya.