Tahukah anda, sebagian besar emas yang ditambang di Indonesia berakhir menjadi perhiasan di negara lain. Saat ini, di Banyuwangi Jatim, Toka Tindung Sulut dan di pulau Lembata akan dibuka tambang emas skala besar. Ketiganya segera membabat hutan lindung dan limbahnya berujung ke laut. Ketiganya mengancam salah satu pusat perikanan dan pariwisata nasional, termasuk puluhan ribu nelayan di sana. Tambang itu hanya akan berumur 6 tahun. Sementara kerusakan ekonomi, sosial dan lingkungan akan ditanggung penduduk lokal seumur hidup. Apa pendapat anda tentang tambang-tambang emas baru? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
HOME
Nasib Bangka Belitung, 300 Tahun Setelah Ditambang
Bangka dan Belitung bagai potret pengelolaan tambang di
Indonesia.
Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyumbang devisa negara dan
melayani kebutuhan dunia. Namun kini ia berkelimpahan kolong-kolong. Sepuluh
tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Tak hanya daratan
yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran. Ribuan petani
berubah mata pencaharian menjadi penambang. Bagaimanakah pendapat anda tentang nasib
Bangka Belitung? Ikuti Diskusi Online dan Sampaikan suara anda pada Forum JATAM .
Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta
PemProv NTB melarang kegiatan penambangan
di Lombok. Hal itu tertuang dalam Perda tentang RTRW Nomor 11 Tahun 2006. Meski tidak ada izin penambangan, masyarakat toh tetap melakukan eksploitasi galian C. Jadi, larangan penambangan itu
untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan