Forum JATAM
Tuesday, 22 April 2008

Bangka dan Belitung bagai potret pengelolaan tambang di Indonesia. Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyumbang devisa negara dan melayani kebutuhan dunia. Namun kini ia berkelimpahan kolong-kolong. Sepuluh tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Tak hanya daratan yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran.  Ribuan petani berubah mata pencaharian menjadi penambang. Bagaimanakah pendapat anda tentang nasib Bangka Belitung? Ikuti Diskusi Online dan Sampaikan suara anda  pada  Forum JATAM .

HOME
Perhiasan & Alam di Surat Novi PDF Print
on Tuesday, 06 May 2008

Views : 125    


Oleh Novita Dwi Arini, Yogjakarta
Apakah perhiasan anda berhubungan dengan alam?
Jawabnya: Sangat!

Untuk membuat kalung emas harus digali berton-ton tanah. Bersama 1 gram emas, dihasilkan pula: 2,1 ton limbah batuan dan lumpur tailing yang dibuang ke alam; 5,8 kilogram emisi beracun berupa 260 gram Timbal, 6,1 gram Merkuri dan 3 gram Sianida. Ia juga membutuhkan setidaknya 104 liter air.


Bayangkan, jika perhiasan emas yang Anda pakai itu, totalnya 20 gram. Setidaknya ada 7 truk limbah beracun yang ia sumbangkan ke alam.

(Kita & Tusuk Gigi, oleh Siti Maimunah)

 ***

Aku termasuk perempuan yang tidak terlalu menyukai perhiasan. Selain tidak ada ketertarikan akan hal itu juga karena kulit saya mengidap alergi jika bersentuhan dengan berbagai macam logam, logam mulia sekalipun.

 

Dulu sempat punya cincin emas - pemberian ibuku, tapi gak bertahan lama, kujual untuk biaya kuliah, maklum, sejak semester 5 aku tidak mendapat suport dana dari ortu lagi. Pernah juga sih dapet cincin dari someone in special way, ini selalu kusimpan, hingga suatu saat partnerku - seseorang yang kemudian hari menikah denganku,  juga melingkarkan cincin di jariku.

 

Beberapa waktu lalu, seorang kawan datang, aku tak bisa ceritakan alasannya disini, yang jelas dia perlu suport financial. Aku tak punya uang, kecuali biaya operasional rumah tangga dan tabungan pendidikan yang kusiapkan untuk anak-anak. Singkatnya, kurelakan kedua cincin itu untuknya, semoga benda itu bisa membantu. Ex partnerku itu pastilah tak akan keberatan, dia seseorang yang tulus. Suamiku juga tak akan marah, dia akan melakukan hal yang sama denganku, berikutnya aku malah mendapatkan ciuman hangat sebagai penggantinya dan kata-kata "karena itulah aku mencintaimu"

 

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan kiriman film gratis dari South to South Festival  Film beserta kelengkapannya. Sedikit cuplikan diatas kuambil dari sana, aku yakin banyak manusia - laki-laki dan perempuan, yang belum tau tentang sejarah emas yang seringkali dipakai sebagai hadiah atau simbol ikatan cinta itu.

 

Aku tak lagi percaya bahwa benda itu adalah sesuatu yang istimewa dan tepat untuk kupakai. Cinta punya wujud yang lain, yang tidak merusak. Aku tak bisa berharap menyelamatkan dunia hanya dengan menyampaikan hal semacam ini, tapi aku berharap bisa menyelamatkan lingkunganku, juga anak-anakku. Cintaku itu tak sebanding untuk dinilai dengan sebongkah emas.


Terserah pada anda, bagaimana memaknainya. Aku hanya berharap pengetahuan itu tidak berhenti di mejaku. Mungkin sebagian akan membaca, sebagian lagi tidak. Mungkin sebagian yang membaca akan bercerita atau membaca bersama pasangannya atau kawannya, jadi semakin banyak yang tau. Mungkin sebagian yang membaca tidak peduli, tapi sebagian lagi meneruskan pada anak cucunya.


Selain emas, masih banyak kebutuhan kita yang kita ambil dari alam. Sangat sulit untuk membendung banyak hal, tapi aku berjanji pada diriku, untuk melihat lebih jauh sebelum membeli atau memakai sesuatu.


 


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >
Advertisement

INFO KILAT

Kirimi SBY pesan, desak  PT Lapindo  Jamin Kebutuhan Pangan Korban di Pasar Baru Porong. Dukung aksi warga tolak penghentian jatah makan. Presiden SBY HP, 9949 dan 0816851215, Purnomo Yusgiantoro HP 0811181750 

Login Form

AGENDA







Image

Pojok Lamin

Bangsa Indonesia telah kehilangan kemandirian nasional. Untuk dapat bangkit kembali, diperlukan pemimpin yang tegas dan berani membatasi penguasaan sumber daya alam oleh perusahaan asing. 

Jaring Pendapat

Setujukah anda jika Presiden SBY kembali menaikkan harga BBM?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri