Freeport Indonesia membiayai sekolah jurnalistik Dr Soetomo (LPDS) untuk wartawan yang tinggal di wilayah konflik, termasuk Papua. Tahun lalu Freeport mengantongi pendapatan Rp 153 Trilyun - hampir seperlima APBN Indonesia, tapi penduduk Papua masih miskin dan lingkungan sekitar tambang rusak berat.
Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta