Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah. Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
HOME
Melonggok persoalan Migas di Delta Mahakam
on Friday, 16 May 2008
Views : 540
Oleh Baharuddin Demmu/ Jatam Kaltim
Pemerintah mengurus sumber daya minyak dan gasnya bagai pedagang yang pandir. Di kawasan-kawasan pengerukan energi fosil, warga jatuh bangun karena daya rusak pertambangan migas – yang sebagian besar dimiliki asing. Sementara dalam beberapa tahun terakhir ini seluruh penduduknya justru dilanda krisis BBM. Baca lengkapnya
Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta
Perseteruan antara pemerintah dan pengusaha batu bara yang berbuntut pencekalan belasan petinggi perusahaan tambang, pekan lalu, sungguh disesalkan. Kedua pihak seharusnya bersikap lebih dingin dan elegan dalam menyelesaikan sengketa pajak dan tunggakan royalti batu bara yang sudah menahun lamanya.