Forum JATAM
Tuesday, 22 April 2008

Bangka dan Belitung bagai potret pengelolaan tambang di Indonesia. Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyumbang devisa negara dan melayani kebutuhan dunia. Namun kini ia berkelimpahan kolong-kolong. Sepuluh tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Tak hanya daratan yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran.  Ribuan petani berubah mata pencaharian menjadi penambang. Bagaimanakah pendapat anda tentang nasib Bangka Belitung? Ikuti Diskusi Online dan Sampaikan suara anda  pada  Forum JATAM .

HOME arrow PROFIL JATAM
PT. Meares Soputan Mining PDF Print
Perusahaan PT. Meares Soputan Mining 
Jenis Galian Emas 
Tahap Konstruksi 
Lokasi Likupang, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara 
Luas Konsesi
741.125 hektar 
Kontrak Karya No. 43/Pres/86, 2 Desember 1986 
Saham Archipelago Resource, Australia 85% dan Julius Tjahja 15% 

 

 

 

 

 

 

 

Peta Konsesi: 

Image  

PT Meares Soputan Mining mendapat sorotan tajam karena rencana pembuangan tailing ke laut-nya. Hingga kini perusahaan yang tengah melakukan konstruksi masih terkendala dokumen Analisis Mutu dan Dampak Lingkungan (AMDAL). AMDAL yang dibuat oleh PT MSM tahun 1998 telah dinyatakan kadaluarsa oleh Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan surat No.B-6345/Dep.1/LH/12/2005, sehingga harus diperbaharui.

Meski telah ada permintaan tertulis dari KLH kepada departemen ESDM untuk menghentikan kegiatan MSM. Namun perusahaan tetap melakukan operasinya. Hal ini terjadi akibat dukungan kuat Departemen ESDM Sementara itu, protes yang muncul di daerah makin meluas dari kalangan nelayan, pekerja pariwisata, hingga Gubernur Sulawesi Utara yang juga mengirim surat kepada departemen ESDM menuntut penghentian operasi MSM.

Rencana kegiatan PT. MSM juga bertentangan dengan Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga tidak dapat diproses. Anehnya, AMDAL PT MSM tetap diproses, disosialisasikan, dan tampak "dipaksakan" oleh Departemen ESDM dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup agar diterima oleh masyarakat Sulawesi Utara 

Kehadiran PT MSM memicu keresahan warga Kabupaten Minahasa Utara dan  Kota Bitung dengan rencananya membuang limbah (tailing) ke teluk Rinondoran. Jika rencana itu dijalankan maka kehidupan puluhan ribu nelayan Sulut hancur sekaligus mengancam PAD Sulut dari sektor perikanan yang jumlahnya berkisar Rp 500 miliar - Rp 900 miliar pertahun. Kondisi ini juga akan mengancam kelangsungan 50 perusahaan yang berinvestasi di sektor pariwisata yang tentu saja akan mengancam mata pencaharian puluhan ribu buruh perusahan perikanan dan pariwisata.
 
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Kirimi SBY pesan, desak  PT Lapindo  Jamin Kebutuhan Pangan Korban di Pasar Baru Porong. Dukung aksi warga tolak penghentian jatah makan. Presiden SBY HP, 9949 dan 0816851215, Purnomo Yusgiantoro HP 0811181750 

Login Form

AGENDA







Image

Pojok Lamin

Bangsa Indonesia telah kehilangan kemandirian nasional. Untuk dapat bangkit kembali, diperlukan pemimpin yang tegas dan berani membatasi penguasaan sumber daya alam oleh perusahaan asing. 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri