Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah. Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
HOME
Penyebab Luapan Lumpur Lapindo Karena Pengeboran
on Thursday, 12 June 2008
Views : 521
Penyebab terjadinya luapan lumpur Lapindo dua tahun silam, yang hingga saat ini telah meneggelamkan 12 desa di Sidoarjo adalah akibat pengeboran di Sumur Gas Banjar Panji-1. Demikian hasil penelitian Profesor Richard Davies dari Universitas Durham, Inggris, yang disampaikan di Paris, Perancis pada Selasa (10/6). Hasil penelitian ini juga dipublikasikan di jurnal ilmiah Earth Planetary Science and Letters.
Penelitian ini melibatkan para ahli geologi dari Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, dengan memetakan dan menganalisis catatan detail ihwal kecelakaan pengeboran sumur Banjar Panji-1.
Davies menyampaikan bahwa luapan lumpur Lapindo terjadi karena adanya tekanan pengeboran sehingga terjadi luapan lumpur dari bawah tanah. Sedangkan rekannya, Michal Manga, peneliti dari Universitas California, mengkaji bahwa dampak gempa bumi di Jogjakarta ternyata tidak memberikan pengaruh pada terjadinya luapan lumpur Lapindo. Karena jaraknya terlalu jauh dan kekuatannya sangat lemah.
Hasil penelitian ini mematahkan anggapan sebagian kalangan yang menyebutkan bahwa luapan Lumpur Lapindo terjadi karena bencana alam yang dipicu oleh gempa di Jogjakarta yang jaraknya 250 km dari pusat semburan. [JL]
Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta
Lebih dari 100 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Jepara, Senin (25/8). Mereka menolak penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Emas di wilayah mereka karena dinilai merusak lingkungan.