Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah. Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
HOME
Dunia&Tambang: Mengapa Kalimantan Selatan “Byar Pet”?
on Wednesday, 18 June 2008
Views : 448
Kalimantan Selatan memang kaya batubara, yang menjadi sumber dari pembangkit listrik. Bahkan nomor dua setelah Sumatera Selatan. Namun saat ini yang terjadi, warga Kalimantan Selatan harus terbiasa dengan listrik yang “byar pet”, atau nyala mati. Pagi nyala, malam mati.
Namun anehnya, meskipun selalu “byar pet”, batubaranya malah dijual ke luar negeri. Tahun 2004 saja hampir 73% batubaranya dijual ke Jepang, Taiwan,Korea dan beberapa negara ASEAN. Padahal total produksinya waktu itu mencapai 54,5 juta ton. Sisanya yang 27% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Itu pun masih harus dibagi untuk PLTU di Jawa. Hanya 0,03% nya saja yang disisakan untuk PLTU Asam-Asam. Padahal PLTU Asam-Asam menjadi menjadi penopang listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Sumber : Riset Tambang Batubara di Kalsel (JATAM, Walhi Kalsel dan KARSA)
By: ibarka (Registered IP 202.146.236.4) on 19-06-2008 12:49
Penghasil batu bara, malah listriknya brengsek, byar-pet. PLN harus digugat habis, bagaimana dengan komputer, dan alat2 yang menggunakan listrik. Taka ada tanggung jawab ke publik. Bawa ke Pengadilan. IB Arka
Perpres No.14/2007 yang mendasari penyelesaian kasus lumpur Lapindo terbukti melanggar HAM karena mengabaikan hak para korban. Lapindo hanya bertanggung jawab pada 5 desa terdampak, padahal lumpur sudah menggenangi & mengancam 16 desa
Lebih dari 100 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Jepara, Senin (25/8). Mereka menolak penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Emas di wilayah mereka karena dinilai merusak lingkungan.
Gugat PLN Kalsel
By: ibarka (Registered) on 19-06-2008 12:49