HOMEINFOBerita Dunia&Tambang: Mengapa Kalimantan Selatan “Byar Pet”?
Dunia&Tambang: Mengapa Kalimantan Selatan “Byar Pet”?
on Wednesday, 18 June 2008
Views : 450
Kalimantan Selatan memang kaya batubara, yang menjadi sumber dari pembangkit listrik. Bahkan nomor dua setelah Sumatera Selatan. Namun saat ini yang terjadi, warga Kalimantan Selatan harus terbiasa dengan listrik yang “byar pet”, atau nyala mati. Pagi nyala, malam mati.
Namun anehnya, meskipun selalu “byar pet”, batubaranya malah dijual ke luar negeri. Tahun 2004 saja hampir 73% batubaranya dijual ke Jepang, Taiwan,Korea dan beberapa negara ASEAN. Padahal total produksinya waktu itu mencapai 54,5 juta ton. Sisanya yang 27% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Itu pun masih harus dibagi untuk PLTU di Jawa. Hanya 0,03% nya saja yang disisakan untuk PLTU Asam-Asam. Padahal PLTU Asam-Asam menjadi menjadi penopang listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Sumber : Riset Tambang Batubara di Kalsel (JATAM, Walhi Kalsel dan KARSA)
By: ibarka (Registered IP 202.146.236.4) on 19-06-2008 12:49
Penghasil batu bara, malah listriknya brengsek, byar-pet. PLN harus digugat habis, bagaimana dengan komputer, dan alat2 yang menggunakan listrik. Taka ada tanggung jawab ke publik. Bawa ke Pengadilan. IB Arka
Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta
Gugat PLN Kalsel
By: ibarka (Registered) on 19-06-2008 12:49