HOME arrow PUBLIKASI arrow Artikel arrow Indian Navajo & Tambang Uranium
Indian Navajo & Tambang Uranium PDF Print
on Friday, 27 June 2008

Views : 4275    


Lebih 4 juta ton uranium ditambang dari tanah indian Navajo di Amerika Serikat.  Ada yang menyebut kejadian ini sebagai “tragedi modern Amerika.” Ada baiknya, penduduk Sintang, Melawi, Landak dan Sanggau di Kalimantan Barat - yang konon kaya bahan tambang Uranium, belajar dari pengalaman Navajo. 

***
Reservasi suku Indian Navajo terbentang dari timur laut negara bagian Arizona, tengara Utah dan barat laut New Mexico di Amerika Serikat. Suku-suku itu tersingkir dari wilayahnya dan dimukimkan di kawasan ini. Delapan tahun lalu ada 298.215 ribu orang Navajo tersisa. Hampir 60% nya tinggal di reservasi ini.

Sejak 1944  hingga 1986, lebih 4 juta ton uranium  digali dan diledakkan dari gunung dan daratan di kawasan reservasi. Perusahaan tambang memasok uranium untuk proyek Manhattan, yang menghasilkan senjata bom atom pertama dan diuji coba Juli 1945.

Perusahaan tambang menjual uraniumnya kepada pemerintah Amerika Serikat. Kini empat  pabrik  dan lebih 1000-an tambang sudah tutup. Mereka meninggalkan penampung limbah radioaktif, air bawah tanah terkontaminasi, bangunan-bangunan dengan kadar radiasi tinggi juga terowongan dan lubang  terbuka yang diduga tercemar radiasi.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, orang-orang Navajo hidup bersama debu radioaktif dari limbah yang dibawa angin gurun. Mereka minum air tercemar dari hujan yang mengisi lubang-lubang tambang yang ditinggalkan. Air itu juga dipakai untuk kebutuhan ternak mereka. Lantas ternak itu mereka potong dan dagingnya mereka makan.

Dan empat tahun lalu, sebuah penelitian di kawasan itu mendapatkan berbagai tipe penyakit Kanker diderita orang Navajo. Bahkan, jumlah penderita Kanker ini berada diatas angka rata-rata nasional. Khususnya pederita kanker alat reproduksi pada perempuan-perempuan muda Navajo. Angkanya 17 kali lebih tingi dari angka nasional.  

Kawasan ini sarat gangguan kesehatan. Penyakit kencing manis menjadi penyakit utama yang diderita suku Navajo, Hopi dan Prima. Angkanya bahkan  empat kali lebih tinggi dibanding angka nasional.

Satu dari 2500 anak dikawasan reservasi menderita penyakit keterbatasan kekebalan atau Severe Combined Immunodeficiency (SCID). Dikenal juga dengan nama penyakit Buble Boy. Ini menjadi penyebab sakit dan kematian signifikan anak-anak Navajo. Padahal, penyakit akibat penyimpangan genetik ini, biasanya diderita oleh seorang anak dari tiap 100 ribu anak yang ada.

Lamban ditangani

Bulan ini, pemerintah Amerika Serikat akan menghabiskan puluhan milyar dollar Amerika guna mengevaluasi dan membersihkan pencemaran uranium di reservasi Navajo. Namun itu sepertinya itu  tidak cukup menghapus keputus-asaan berabad-abad akibat lambannya penanganan pemerintah.

Padahal dengar pendapat pertama dengan Kongres tentang masalah ini telah dilakukan sejak 1993. Dan, lima belas tahun kemudian, belum ada satupun tambang yang terlantar dibersihkan,

Kali Ini merupakan gerakan terrkonsolidasi pertama kalinya untuk memperbaiki kerusakan akibat penambangan uranium. Perusakan bentang alam Navajo itu berujung pada apa yang disebut pemuka adat sebagai tragedi kesehatan.

Menurut suku-suku Navajo, tindakan pemerintah federal - termasuk pengujian air dan pengujian bahan-bahan radioaktif pada ratusan rumah dan bangunan merupakan sebuah langkah baik kedepan. Namun mereka juga khawatir terhadap kekurangan-kekurangan dalam program yang diusulkan seperti pendanaan, ongkos dan rincian tindakan rehabilitasi.

Direktur EPA Navajo, Steve Etsitty berkata bahwa meski jalan kedepan masih panjang, langkah saat ini sangatlah berarti, “Usulan penanganan ini tak menyentuh hal-hal seperti bagaimana kerusakan ini akan dibersihkan dan bagaimana ongkosnya?”

Yang lebih penting lagi menurut para pemuka adat adalah bahwa ini belum termasuk mencari siapa penyebab penderitaan yang terjadi lebih 30 tahun itu.

Wali Hukum Senior Departemen Keadilan Navajo, David Tyaylor menyatakan tindakan ini sebagai langkah pertama pengakuan kesalahan, yang sebenarnya belum terjadi.

Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat menyebutkan, usaha-usaha membersihkan limbah beracun itu telah dilakukan sejak 1980an. Namun tindakan itu terpisah-pisah, baru kali ini terkoordinasi diantara badan-badan federal, termasuk EPA, Departemen Energi, Komisi Perundangan Nuklir, Biro Urusan Indian dan Pelayanan Kesehatan Indian.
 
Badan-badan federal akan menghabiskan sekitar  6 sampai 7 juta dollar untuk membersihkan kontaminasi tahun ini. Itu angka tambahan dari dana yang sudah dikeluarkan sebelumnya sejumlah 153 juta dollar.

Tantangan yang disegerakan

Selama dengar pendapat, orang-orang Navajo meminta alokasi dana sebesar 500 juta dollar untuk membersihkan limbah-limbah beracun dari kawasan reservasi

Mereka menyebut bahwa angka tersebut adalah perkiraan kasar terbaik dan biaya riilnya bisa saja lebih besar. Tenley menyebutkan usulan itu untuk menangani resiko-resiko kesehatan manusia yang paling berat.

Usulan penanganan ini termasuk Pengujian dan pembersihan 500 bangunan, termasuk rumah-rumah penduduk yang mungkin tidak aman karena radiasi yang tinggi, uji sumber air, termasuk sumur dan mata air, yang diduga terkontaminasi uranium, memberihkan tanah yang terkontaminasi di tambang Northeast Church Rock di New Mexico, yang lokasinya berada dekat dengan perumahan warga dan melakukan analisa resiko persediaan air minum di sekitar tempat pembuangan Tuba City dimana mungkin bahan-bahan radioaktif telah bocor dan masuk air bawah tanah.

Rencana ini termasuk proyek-proyek bernilai lebih 1 juta dollar untuk analisa bangunan-bangunan, 916 ribu dollar untuk riset di dekat lokasi pembuangan Tuba City, dan 8 juta dollar lebih untuk perawatan dan evaluasi lokasi-lokasi penggilingan yang sudah tidak beroperasi.

Juga 34 juta dollar dalam bentuk hibah untuk Rakyat Navajo yang dapat digunakan untuk pembangunan fasum air baru. Saat ini sekitar 30% dari warga disana bergantung pada sumber air yang tidak terawasi.

Namun menurut orang-orang Navajo, terdapat ketimpangan antara apa yang telah dialokasikan dan apa yang mereka dibutuhkan.

Tetap bahwa rencana aksi ini memberikan harapan bahwa masalah-masalah yang teratasi.Saat sedang di rancang, rencana kecil ini tergolong sangat telat, kata Etsitty, namun ini memberikan harapan bahwa masih ada orang-orang yang masih mau mendengarkan kita.

”Ini memberikan harapan bahwa mereka berkemauan menyatukan kembali kesemua badan-badan ini ke meja pembahasan, yang sebenarnya bekerja sangat minim, karena masih banyak yang harus dikerjakan.”

Petugas-petugas federal telah mengumumkan sebuah rencana baru untuk membersihkan kontaminasi uranium yang terjadi di tanah dan rakyat Navajo. Ini dilakukan setelah penantian yang sangat lama, seperti paparan dibawah.

•    1944 hingga 1986: Lebih 4 juta ton uranium di tambang di tanah milik rakyat Navajo
•    1960an hingga 1980an: Dalam dengar pendapat dengan Kongres diketahui rakyat Navajo mengidap kanker dan penyakit lainnya
•    1982: Rakyat Navajo meminta 6,7 juta dollar atau sekitar R 66,33 Milyar dari pengadilan Federal untuk membersihkan sekitar 300 lokasi penambangan.
•    1990: Amerika Serikat menerbitkan UU Kompensasi Kontaminasi Radiasi. Para pekerja pertambangan mendapat kompensasi 100 ribu dollar masing-masing dan sebuah permohonan maaf.
•    1993: Kongres melakukan dengar pendapat untuk kontaminasi uranium
•    Pertengahan 1990an: EPA mendata kegiatan-kegiatan pertambangan yang tersebar di kawasan tanah Rakyat Navajo
•    1997: Kegiatan lokasi pembuangan Tuba City dihentikan dan ditutup.
•    1999-2000: Dua rumah yang terkontaminasi di rubuhkan.
•    April 2005: Rakyat Navajo melarang pembukaan tambang uranium baru di kawasan mereka
•    Musim Panas 2007: EPA menghabikan 990 ribu dollar atau Rp 9,8 milyar untuk memindahkan tanah yang terkontaminasi disekitar tambang Northeast Church Rock di New Mexico.
•    Oktober 2007: Kongres mengadakan dengar pendapat; reaksi pemerintah federal untuk masalah uranium dikritik terlalu lamban.
•    Juni 2008: Lima badan federal termasuk EPA, Departemen Energy dan Komisi Perundangan Nuklir menyepakati sebuah rencana pembersihan dan tindakan lima tahunan.


Ditulis Siti Maemunah, Koordinator Nasional JATAM

Sumber :
•    U.S. agencies to clean up uranium on Navajo land,
Ginger D. Richardson : The Arizona Republic - Jun. 20, 2008, diterjemahkan oleh Enda Ginting
•    http://en.wikipedia.org/wiki/
•    Database Jatam


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?