| Forum JATAM | ||
|---|---|---|
|
| PT. Kelian Equtorial Mining |
|
|
Peta Tahun 1974, PT KEM melakukan eksplorasi di Sungai Kelian - kawasan tambang tradisional masyarakat adat dayak. Pada 1987, bersama aparat pemerintah, ia menggusur warga Muara Bayaaq. Mereka bilang pengrebo - tambang rakyat, tidak ada dan haram. Sejak 1988, warga dilarang menambang emas, berkebun dan berladang di kawasan yang diklaim kawasan kontrak karya. Banyak masalah lahir sejak itu. Tak cuma penggusuran lahan dan lubang tambang, pelanggaran HAM kerap terjadi. Mulai perusakan lokasi pengrebo, intimidasi, penangkapan tanpa sebab, penyiksaan hingga kekerasan seksual. Ada 14 perempuan mengaku mengalami pelecehan dan kekerasan seksual, saat bekerja di perusahaan. Pejabat PT KEM salah satu pelakunya. Sungai Kelian rusak dan tercemar. Pada 1991, ada 120 drum Sianida hanyut mencemari Sungai. Warga yang menggunakan sungai terkena penyakit gatal-gatal dan bengkak. Ikan-ikan di sungai banyak yang mati. PT KEM tutup tahun 2003, mewariskan 77 juta ton limbah tailing dan konflik horisontal hingga sekarang.
|
|||||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Loading...
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".
Anda ingin mendapatkan buku ini? Klik disini