Forum JATAM
Monday, 04 August 2008

Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah.  Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM

HOME
PT. Indo Muro Kencana PDF Print
Jenis Galian   Emas 
Tahap   Pasca Tambang 
Lokasi   
Saham   Aurora Gold (Australia) 90% dan PT. Gunung Perkasa 10% 

 

Peta

Wilayah kelola Dayak Siang Murung Bakumpai adalah lahan pertanian dan tambang tradisonal. Mereka memiliki sejarah dan keterampilan menambang lengkap dengan legendanya. Sejak PT IMK masuk tahun 1985, semuanya berubah. Perusahaan membuka tambanngnya dengan mengusur tambang rakyat di Krikil dan sekitarnya, dibantu aparat pemerintah. Mereka bilang para pengrebo itu tak punya ijin. Penggusuran, pembakaran kampung dan penangkapan oleh BRIMOB dan Pamswaskarsa Pemda Barito terus berlangsung.

Dampak tambang skala besar pada warga dayak ini luar biasa. Penurunan kualitas hidup dan anak-anak putusnya sekolah terjadi sejak lahan pertanian mereka digusur. Sungai-sungai juga tercemar. Di 1998, terjadi kematian ikan dan ternak, sementara sungai tak bisa dimanfaatkan lagi, keruh dan kadang berbau tajam. PT. IMK tutup tambangnya tahun 2002. Namun dua tahun berkutnya, ia menjual kawasan itu pada Straits Resources dan Harmony Gold. Tahun berikutnya, warga dayak mengajukan gugatan perdata PT. IMK di PN Jakarta Selatan.

 

<<Ke List Kasus 

 
< Prev   Next >
Advertisement

INFO KILAT

Tambang emas PT IMN menguasai 11.641,45 ha lahan, akan menggunakan 2,038 juta liter air/hari dan akan membuang limbah tailing sebesar 2.361 ton/hari

 

Login Form

AGENDA









Pojok Lamin

Lebih dari 100 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Jepara, Senin (25/8). Mereka menolak penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Emas di wilayah mereka karena dinilai merusak lingkungan.

RSS dan IKJ

JATAM RSS  - Umpan RSS

atau Daftar Info Kilat Jatam:

Lihat Tampilan

Jaring Pendapat

Setujukah anda jika tambang-tambang emas baru dibuka?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri