HOME arrow KAMPANYE arrow Kasus arrow PT. INCO
PT. INCO PDF Print
Jenis Galian   Nickel 
Tahap   Produksi 
Lokasi   
Saham   CVRD/Inco - Brazil, INCO Limited dan Sumitomo 

Peta

PT Inco beroperasi lebih 30 tahun, sebagian besar kawasan tambang ada di hutan lindung. Ia menyerobot hutan damar dan rotan milik masyarakat adat. Ketika membangun “kota kecil” di Soroako, PT. INCO menghargai tanah petani 2 penny/m2. Kasus ini belum selesai bersama banyak kasus lainnya, termasuk pembangunan PLTA Larona dan PLTA Balambano. Penyelesaian juga disertai kekerasan militer dan preman.

Sawah warga Dongi dirubah jadi lapangan golf. Warga terpaksa membangun rumah di atas limbah batuan. Sebagian warga Soroako dipaksa meninggalkan danau Towuti yang berlumpur dengan kadar E-coli menjadi 2.400 ppm –normal 200 ppm. Janji layanan pendidikan, kesehatan, listrik, atau air bersih --banyak tidak dipenuhi. Asap hitam-coklat-putih dari pabrik membuat berdebu Soroako dan sekitarnya, membuktikan kebohongan operasi PT Inco ramah lingkungan. Berbeda dengan asap putih keluaran pabrik mereka di Sudbury, Kanada. Kerusakan ini tidak sebanding dengan royalti sekecil 0,015% /kg nikel kepada pemerintah Indonesia, dengan sewa lahan hanya US$1,5/ha per tahun. Pun PT Inco hanya mempekerjakan 5% penduduk lokal yang kebanyakan menjadi pekerja kasar. 

 

<<Ke List Kasus 

 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Konferensi American Association of Petroleum Geologists di Cape Town, Afrika Selatan pada 27 - 29 Oktober 2008 menyimpulkan pengeboran sebagai penyebab semburan lumpur Lapindo

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Buku JATAM Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.

Anda ingin mendapatkan buku ini?