Forum JATAM
Monday, 04 August 2008

Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah.  Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM

HOME
ExxonMobile Aceh PDF Print
Jenis Galian   Gas Bumi 
Tahap   
Lokasi   
Saham   ExxonMobile 50% dan ConoccoPhillips 50% 

 

Peta

ExxonMobile punya hubungan erat dengan ExxonMobile punya hubungan erat dengan militer. Ini mengawali kekerasan dan pembunuhan di Aceh, korbannya ribuan orang warga sipil. Tahun 2005, perusahaan menyediakan Rp. 5 Milyar untuk operasi militer, juga memasok sarana dan logistik militer. Pos 13 atau Rancong Camp adalah pos penjagaan ExxonMobile, tempat tentara melakukan interogasi, penyiksaan dan pembunuhan. Itu tak jauh dari pabrik ExxonMobile.

Perusahaan tak peduli, asal tambangnya aman. Ia juga punya masalah dengan buruh. Tuntutan para mantan pekerjanya tidak dibayar, meski pengadilan memutuskan ExxonMobile harus membayar. Dalam 5 tahun terakhir, ada 3 kali pipa migas bocor. Akibatnya, 46 warga mengalami mual, sesak napas, pusing dan muntah darah dan 1 orang tewas, hingga pasokan gas kekilang LNG PT Arun dihentikan. Kekayaan Ladang gas Arun tak sebanding dengan jumlah warga miskin di Aceh utara. Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) sempat tutup karena ExxonMobile tidak menyediakan kebutuhan gas untuk industri domestik. 

 

<<Ke List Kasus  

 
< Prev   Next >
Advertisement

INFO KILAT

Tambang emas PT IMN menguasai 11.641,45 ha lahan, akan menggunakan 2,038 juta liter air/hari dan akan membuang limbah tailing sebesar 2.361 ton/hari

 

Login Form

AGENDA









Pojok Lamin

Lebih dari 100 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Jepara, Senin (25/8). Mereka menolak penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Emas di wilayah mereka karena dinilai merusak lingkungan.

RSS dan IKJ

JATAM RSS  - Umpan RSS

atau Daftar Info Kilat Jatam:

Lihat Tampilan

Jaring Pendapat

Setujukah anda jika tambang-tambang emas baru dibuka?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri