HOME arrow KAMPANYE arrow Seruan Aksi arrow Pencemaran Pulau Seribu
Pencemaran Pulau Seribu PDF Print
Kasus Pencemaran Taman Nasional Pulau Seribu 
Jenis Pencemaran Tar Ball 
Perusahaan CNOOC SES Ltd. dan BP Java West Ltd. 
Jenis Kontrak Product Sharing Contract (PSC) 
Start CNOOC Tahun 1998 dan BP Tahun 1997 

 

 Peta Blok:

Image  

Info Kasus

 

Tumpahan minyak di kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) telah terjadi sejak Desember 2003, saat ditemukan gumpalan minyak (tar ball) di sekitar Pulau Pabelokan. Tumpahan minyak kembali terlihat akhir Maret 2004 dan makin meluas hingga awal Mei 2004, sehingga mencemari kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Awal Oktober 2004 terjadi lagi tumpahan minyak dan terus berulang hingga Februari 2006.

Tumpahan minyak bukan saja mencemari perairan Laut sekitar TNLKS namun juga turut mencemari pulau-pulau diwilayahnya. Terbanyak pada tahun 2003 hingga mencapai 78 pulau. Tak terhitung kerugian masyarakat sekitar yang bertumpu pada hasil budidaya laut, belum lagi kerusakan ekosistem perairan Laut serta sector pariwisata TNLKS.

Kasus yang terus berulang ini seperti tak tersentuh, siapa yang mestinya dinyatakan harus bertanggung jawab. Padahal penyidikan yang dilakukan pegawai negeri sipil lingkungan hidup (PPNS LH) terdiri atas KLH, TNL, Pemkab, BPLHD, dll, telah menetapkan tersangka. Hasil penyidikan dan uji lab atas sample minyak terpapar sangat identik dengan crude oil yang berasal dari sumur-sumur CNOOC.

Upaya memperkarakan pencemaran TNLKS oleh tim terpadu PPNS, justru dihentikan oleh penegak hukum yaitu Polda Metro Jaya dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Ini menjadi bukti gagalnya penegakkan hukum terhadap kasus-kasus kerusakan lingkungan diakibatkan oleh Industri sector pertambangan.

Ancaman terhadap kerusakan TNLKS dan kerugian ekonomi masyarakat sekitar perairan akan tetap terus berlangsung, mengingat CNOOC maupun BP East Java masih tetap beroperasi.
 
 
 

 

 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Kampanye memperjuangkan penyelamatan Kalimantan dari eksploitasi dan ekstraksi aset-aset alam yang membabi buta dan mengancam keselamatan Warga Kalimantan dalam jangka panjang.

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?