Saatnya Bergerak Bersama untuk Kedaulatan Energi Nasional PDF Print
on Monday, 30 June 2008

Views : 5097    


Siaran Pers  Pergerakan Kaum Muda Indonesia 

Kami juga mendesak DPR-RI agar menggunakan hak angket untuk mengarahpada perubahan kebijakan energi yang mendasar, dan agar menghindaripraktek “politik dagang sapi” yang tercela dalam menggunakan haktersebut.

***

Kami, Pergerakan Kaum Muda Indonesia, sangat prihatin terhadap penggunaan kekerasan oleh aparatur negara dalam meredam aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil lainnya. Kami juga menyesalkan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM yang membuat derita rakyat semakin berat. 

Pemerintah mengabaikan beragam usulan yang dapat ditempuh agar tidak perlu menaikkan harga BBM. Tapi keputusan yang salah itu tetap dibuat, sehingga kini Indonesia memasuki krisis energi karena sepenuhnya bergantung kepada energi fosil yang tak dapat diperbarui. Sumber energi yang terbarukan tidak pernah ditangani dengan optimal. Izin eksploitasi baru terus dikeluarkan bagi perusahaan transnasional untuk mengeruk batubara dan gas, padahal 70 persen produksi batu bara dan lebih dari separuh produksi gas dijual ke luar negeri. Dengan pengurusan seperti ini, dalam sepuluh tahun Indonesia akan mengalami kelangkaan sumber energi fosil dan memasuki krisis energi yang lebih besar. 

Provinsi dan kabupaten sekarang menjadi ladang eksploitasi sumber daya alam baru. Kalimantan Selatan sekarang menjadi pemasok batubara terbesar kedua di Indonesia dengan produksi yang terus meningkat. Namun ironisnya, pada saat bersamaan sektor listrik di daerah itu, yang sangat bergantung pada batubara, juga tidak dapat diandalkan. Kondisi lingkungan hidup pun semakin merosot karena tidak ada proses pemulihan, dan pelanggaran hak asasi manusia dalam eksploitasi energi fosil juga sudah diketahui luas. Singkatnya, tidak ada manfaat yang dapat dirasakan dari strategi pemerintah untuk menjual isi bumi Indonesia dengan mudah, murah dan cepat ini. 

Melihat kondisi ini, kami mendesak pemerintah agar
1.    Segera melakukan koreksi mendasar terhadap kebijakan energi, dengan mengutamakan kedaulatan negara atas sumber daya alam dan pengelolaan yang berkelanjutan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
2.    Segera mengoptimalkan pengelolaan sumber energi terbarukan.
3.    Menghentikan praktek kekerasan dalam menghadapi gelombang protes menentang kenaikan harga BBM. Praktek itu akan membawa Indonesia kembali ke masa kediktatoran. 

Kami juga mendesak DPR-RI agar menggunakan hak angket untuk mengarah pada perubahan kebijakan energi yang mendasar, dan agar menghindari praktek “politik dagang sapi” yang tercela dalam menggunakan hak tersebut. 

Jakarta, 30 Juni 2008

Chalid Muhammad
Usman Hamid
Yudi Latif
Siti Maimunah
Ray Rangkuti
Budiman Sudjatmiko
Hilmar Farid
Agung Putri
Dani Setiawan
Riza Damanik
Fadjroel Rahman
Romo Benny
Saiful Tavip
Edwin Partogi
Azwar Zulkarnaen
Azman Fajar
Boni Hargens
 

 


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?