Lumpur Lapindo belum juga dapat diatasi, Medco - salah satu pemilik saham Lapindo di Blok Brantas, mencatat dosa baru. Blok migasnya di Muara Enim Sumatera Selatan, menyemburkan gas berbahaya dan mudah terbakar.
Kasus semburan yang terjadi sejak akhir bulan Juni lalu itu belum mampu diatasi, malah makin membesar. PT. Medco menjanjikan waktu 20 hari semburan gas dapat diatasi.
Lagi-lagi, penduduk lokal yang merugi. Mereka dilarang mendekati area semburan hingga radius 1 kilometer. Mereka tak bisa mengolah lahan pertanian dan menyadap karet. Semburan berada ditengah persawahan dan kebun karet.
Medco hanya memberi bantuan Sembako sebagai kompensasi. Padahal, warga tak hanya butuh sembako. Sudah hampir dua minggu mereka kehilangan pendapatan karena tak menyadap karet. Biasanya, mereka dapat menghasilkan 25 kilogram getah karet perhari.
Konferensi American Association of Petroleum Geologists di Cape Town, Afrika Selatan pada 27 - 29 Oktober 2008 menyimpulkan pengeboran sebagai penyebab semburan lumpur Lapindo
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.