Ini adalah cerita tentang surga Andean yang menawan— yang berubah bencana setelah terjadinya tumpahan merkuri oleh perusahaan tambang emas terkaya di dunia. Tambang asal AS tersebut menyatakan situasi terkendali, namun kenyataannya jauh berbeda. Sedikitnya 900 penduduk mengalami keracunan dan tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Namun harapan belumlah sirna. Kota itu memilih seorang walikota muda yang menjanjikan perawatan kesehatan dan kompensasi yang adil bagi para korban bencana tersebut. Sayangnya, anak petani yang sederhana ini justru mempercayai para politisi korup, pejabat licik, dan ahli medis tak jujur. Bulan-bulan ketegangan memuncak pada sebuah pemblokiran jalan yang dramatis, sementara perpecahan dalam masyarakat mulai muncul. Menggunakan teknik cinema verite dan arsip materi yang mengejutkan, epik cerita 2 tahun ini mengekspos harga sesungguhnya dari sebongkah emas.
Kampanye memperjuangkan penyelamatan Kalimantan dari eksploitasi dan ekstraksi aset-aset alam yang membabi buta dan mengancam keselamatan Warga Kalimantan dalam jangka panjang.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.