Warga di Pulau Kabaena – Sulawesi Tenggara tidak bisa hidup
tenang. Rumput laut yang dulu jadi andalan hidup mereka, kini tak
bisa diandalkan lagi. Hasilnya turun sangat drastis. Itu terjadi sejak banyaknya lumpur merah di sepanjang pantai yang berasal dari
atas bukit Bumbuntuwele.
Warga di Pulau Kabaena – Sulawesi Tenggara saat ini tidak bisa hidup tenang. Rumput laut yang dulu jadi andalan hidup mereka saat ini tak bisa diandalkan. Hasilnya turun sangat drastis. Sebabnya tak lain karena banyaknya lumpur merah di sepanjang pantai yang berasal dari atas bukit Bumbuntuwele. Di atas bukit Bumbuntuwele saat ini sudah bercokol tambang nikel PT Billy Indonesia. Akibatnya, sebagian besar petani rumput laut harus merugi, karena tak ada lagi panen rumput laut.
Krisis air juga mengancam warga di pulau kecil itu. Baru tiga bulan
tambang PT Billy beroperasi, warga di sekitar kawasan tambang sudah krisis air. Jika sebelumnya warga cukup mendapatkan air dengan menggunakan sungaiLambale dan sungai Lakalumpa yang berasal dari bukit Bumbuntuwele, namunsaat ini mereka terpaksa harus menggali sumur agar bisa mendapatkan air.Sungai Lambale tak bisa digunakan lagi. Airnya semakin mengecil. Bahkan saat hujan datang, sungai berubah menjadi hamparan lumpur merah.
Berkali-kali warga mempertanyakan kepada perusahaan. PT Billy selalu mengelak dan menyatakan tuntutan warga salah alamat. Perusahaan
berkilah bahwa mereka sudah mendapatkan ijin dari Bupati Bombana, sehinga kesanalah harusnya warga meminta pertanggungjawaban.
Namun warga tak mau ditipu. Pada aksi 24 Juli lalu, kembali ratusan warga
dari 3 desa (Desa Lambale, Dongkala dan Tapuhaka) tetap menuntut agar PT Billy bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan warga menurun sejak PT Billy mengeruk disana. Bahkan warga meminta agar
PT Billy segera angkat kaki dari bukit Bumbuntuwele.
Karena tidak mendapat jawaban dari pihak perusahaan, warga memboikot jalansehingga aktivitas perusahaan lumpuh total. Baru setelah itu perusahaan mau menanggapi dengan memberikan janji akan memberikan jawaban tuntutan warga pada 29 Juli hari ini. (JL)
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.