Bougainville adalah sebuah pulau hijau di lautan Pasifik dimana perusahaan Australia Conzinc Rio Tinto (CRA) menambang tembaga sejak 1972. Kerusakan lingkungan dan penghidupan, membuat warga pulau berjuang menentang perusahaan hingga17 tahun. Lewat aksi protes dan lobby, masyarakat Bougainville akhirnya memaksa CRA tutup pada 1989.
Namun, Pemerintah Papua Nugini justru mengirimkan tentara bayaran untuk memblokade pulau Bougainville dari dunia luar, termasuk kebutuhan hidup sehari-hari. Memulai kehiudpan dari titik nadir, kembali ke alam menjadi pilihan penduduk bouganiville dibanding menerima kembalinya perusahaan. Mereka justru belajar kembali hidup dari alam, memanfaatkan semua sumber daya yang ada di sekitar untuk memproduksi sendiri bahan makanan, obat-obatan, bahkan pembangkit listrik. Lewat kemampuannya meneruskan hidup di tengah blokade, masyarakat pulau Bougainville mengajarkan tentang adanya sebuah alternatif untuk mengatasi ketergantungan kita pada ekonomi pasar bebas.