Berikut adalah 10 Fakta Kebohongan Lapindo yang sepenuhnya terjadi di
lapangan saat ini dan bukan rekayasa. Fakta tersebut tidak pernah
diungkap oleh media massa, baik lokal maupun nasional.
10 Fakta Kebohongan Lapindo adalah sebagai berikut :
1. Pembayaran 80 persen cash and carry yang seharusnya dilaksanakan pada 2 Desember 2008, tidak ada tanda-tanda akan dimulai, malahan melaksanakan mekanisme pembanyaran dengan cicilan yang notabene tidak sesuai dengan isi Perpres 14/2007 dan PIJB.
2. Masa kontrak warga yang sudah habis yaitu dua tahun, pembayarannya belum juga dimulai. Ini menyebabkan 3.500 KK menjadi gelandangan.
3. Warga dipaksa untuk memilih mekanisme yang tidak sesuai Perpres 14/2007 sehingga sudah ada 50 warga yang stres, 10 orang sock dan meninggal.
4. Tidak adanya perlindungan dari pemerintah daerah dan kepanjangan dari Presiden yaitu BPLS bagi warga yang tetap komitmen dengan Perpres 14/2007 dan PIJB.
5. 10.000 anak sekolah yang harus pindah dengan suasana baru harus beradaptasi dengan lingkungan barunya, namun ada juga yang tak bisa diterima sekolah di tempat tingalnya sekarang.
6. Rata-rata warga terkena radang pernapasan dan ISPA.
7. 1.000 lebih warga yang terkena PHK karena harus ikut serta berjuang mendapatkan hak.
8. 95 persen warga yang berangkat ke Jakarta adalah pekerja yang nanti pulang sudah akan ditunggu surat PHK dari perusahaan tempat mereka bekerja.
9. 500 orang kehilangan usaha yang dirintis dan tidak mendapatkan ganti rugi atas usahanya yang tenggelam dan hanya dijanjikan dengan UKM.
10. Perlakuan devide et impera dengan memecah belah perjuangan warga sehingga muncul mekanisme pembayaran yang tidak sesuai dengan Perpres 14/2007 dan PIJB.
Sumber : Release Media Korban Lapindo di Jakarta, 2 Desember 2008
Tema: Korupsi di sektor pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumberdaya alam, pertambangan, migas, penebangan kayu, perkebunan skala besar dan lainnya. Baca selengkap di www.jatam.org/content/blogcategory/55/58/
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.