HOME arrow KAMPANYE arrow Arsip Siaran Pers arrow Arsip 2006 arrow Tantangan dari LKTN "Pertambangan dan Resiko Bencana ", 22 Februari 2006
Tantangan dari LKTN "Pertambangan dan Resiko Bencana ", 22 Februari 2006 PDF Print
on Friday, 06 July 2007

Views : 4970    


Siaran Pers JATAM, WALHI, DREAM dan POKJA PA-PSDA

Jakarta- Kekayan bahan tambang telah digali besar-besaran untuk ekspor dalam bentuk bahan mentah. Sementara limbah tambang yang mencapai milyaran ton dan lubang-lubang menganga puluhan hektar sedalam ratusan meter akan menjadi warisan seumur hidup penduduk lokal. Sumber daya energi seperti minyak bumi, batubara dan gas juga diperlakukan tidak berbeda. Kiriman minyak dan gas ke luar negeri lancar sementara kebutuhan domestik tersendat-sendat bahkan menuju krisis energi berkepanjangan. Begitulah sisi lain industri pertambangan di Indonesia pada usianya yang hampir empat dasawarsa.
 

Kabarnya industri pertambangan sedang "berbenah diri", banyak produk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lima tahun terakhir, seperti UU Migas No 21/ 2002, UU No 19 tahun 2004 hingga Rancangan UU Mineral dan Batubara yang sedang dibahas DPR RI. Sayangnya ruang-ruang tersebut sepi dari keterlibatan, opini dan pandangan-pandangan publik, baik mahasiswa maupun pulik umum lainnya. Ruang untuk pelaku bisnis dibuka lebar dibanding kelompok-kelompok masyarakat tersebut.

Bagaimana sebenarnya pandangan Mahasiswa dan publik umum terhadap industri pertambangan saat ini. Apakah yang mereka rasakan sama dengan pengurus negeri ini yang cukup puas mengundang investasi asing mengeksploitasi kekayaan tambang dan energi Indonesia. Dan menunggu rente hasil serta membiarkan anak bangsa cukup puas menjadi buruh disana. Padahal sebagai bahan tidak terbarukan, kekayaan tambang dan energi akan terus menyusut. Sementara kerusakan lingkungan dan sosial yang harus dibayar negara akibat eksploitasi dan penyusutan tersebut akan menjadi warisan anak cucu kita kelak.

JATAM, WALHI, DREAM dan POKJA PA-PSDA mengundang mahasiswa dan publik umum (wartawan, praktisi pertambangan, pengajar, masyarakat korban dan kelompok profesi lainnya) untuk memberikan pandangan , pemikiran dan usulan-usulan kritis dan cerdas terhadap sektor pertambangan dan energi saat ini dengan mengikuti Lomba Karya Tulis Nasional (LKTN) bertema "PERTAMBANGAN DAN RESIKO BENCANA".

Lomba ini akan didukung oleh dewan Juri yang beranggotakan enam orang ahli dengan latar belakang keilmuan geologi, lingkungan, pertambangan, studi pembangunan berkelanjutan, gender dan jurnalis. Mereka akan memilih karya tulis terbaik dari masing-masing kategori untuk dipresentasikan didepan stakeholder Pertambangan di Jakarta pada bulan April 2006. Panitia juga menyediakan hadian total 18 juta untuk 4 pemenang karya terbaik.

Syarat mengikuti lomba sangatlah mudah. Peserta tidak dipungut biaya, cukup mengirimkan tulisannya sesuai tema yang telah disediakan dan mengirmkannya kepada Panitia lomba. Karya tulis diterima panitia paling lambat 20 Maret 2006, melalui email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , atau dalam bentuk hardcopy & disket/ CD melalui pos ke alamat : Panitia Pelaksana Lomba Karya Tulis Ilmiah - JATAM , Jalan Mampang Prapatan II No. 30 Rt. 04/07 Jakarta Selatan 12790.

Informasi lengkap mengenai LKTN tersedia di http://www.jatam.org/indonesia/lktn

Kontak Media : Luluk Uliyah   Telp. 794 1559, HP. 0815 9480 246


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Sekretariat Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru 2010

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?