HOME arrow PUBLIKASI arrow Gali-gali arrow GALI-GALI Volume 1, Nomor 1 , Maret, 2009
GALI-GALI Volume 1, Nomor 1 , Maret, 2009 PDF Print
on Friday, 03 April 2009

Views : 1012    


GALI-GALI
Volume 1, Nomor 1 , Maret, 2009

Salam GALI-GALI!

Tak terasa, Pemilihan Umum datang lagi. Bersama guliran beragam kasus kerusakan akibat eksploitasi sumber daya alam, khususnya pertambangan, yang makin menghentak, dan berhasil menyita hampir seluruh waktu kami. Setelah 2005, Tim Redaksi akan menyapa pembaca Gali-gali kembali rutin dua bulanan.

Sebagai kado perjumpaan kembali, Tim Redaksi berusaha membingkis sisi lain kasus pertambangan, yang belum sempat menyeruak dalam ingar bingar berita kasus pertambangan yang belakangan kian marak.

Sejumlah pasal UU 4/2009 tentang Minerba yang disahkan 15 Desember lalu, kami rangkum dalam Fokus Galian bertajuk “Malapetaka Lima Belas Desember” dengan harapan, terumus bacaan tanding atas (hanya) Pasal 169 a tentang Ketentuan Peralihan yang sempat dipersoalkan, dan kemudian tenggelam dalam air bah sederet pasal yang lebih mengerikan. 

Puluhan tongkang pengangkut batu bara yang merusak perairan Sungai Barito hanyalah secercah daya rusak yang dihadirkan ratusan perusahaan batu bara yang beroperasi di semenanjung Kalimantan. GG berusaha menggali berita pinggiran yang dianggap lumrah—tak pernah dipersoalkan, bertajuk “Dari Perompak Tongkang Hingga Perampok Masa Depan”.  dengan harapan, masyarakat lingkar tambang lebih peka atas hal yang seoalah kecil, namun menyimpan mata rantai daya rusak massif.

Sementara di rubrik Gali Info, redaksi berusaha membentangkan temali hubungan antara gaji kecil pejabat tinggi pemerintahan, dengan keterlibatan mereka di sejumlah perusahaan tambang, dalam tajuk “Tambang Dan jalan Pintas Pemenangan-Pemilu”. Fakta ini seolah mempertegas semarak pesta demokrasi di negeri ini.

Disisi lai, ghiroh perjungan dan militansi warga sekitar pertambangan PT. Semen Gresik dan PT Semen Andalas menghadapi keroyokan aparat bersenjata, kami rangkum dalam Suara Rakyat (SR) bertajuk “Kekerasan dan Terenggutnya Hak Kelola Rakyat”.

Tajuk “Pulau Jawa Sebentar Lagi” kami ketengahkan kerentanan pulau Jawa sebagai pulau terpadat dengan tingkat kerentanan bencana cukup tinggi, akibat dari salah urus penyelenggara negara. Bila 6 izin pertambangan emas baru sampai tahap pengerukan, maka nasib pulau Jawa tinggal menghitung hari.   

Akhirnya redaksi berharap, sejumlah kasus tadi dapat menjadi kaca benggala untuk bercermin bahwa segala kekayaan alam yang terkandung di perut bumi ini sesungguhnya bukanlah warisan dari nenek moyang kita, melainkan pinjaman dari anak cucu, yang harus dijaga keberlanjutannya.

Baca Selengkapnya klik di sini


  


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?