Penulis : Koalisi Penolakan Alih Fungsi Hutan menjadi Pertambangan Penerbit : Koalisi Penolakan Alih Fungsi Hutan menjadi Pertambangan Tahun Terbit : 2004
Selama ini hutan-hutan Indonesia hanya dilihat sebagai tegakan pohon semata. Hasil dari kepicikan pandangan itu adalah potret buram wajah kehutanan Indonesia, dengan laju kerusakan mencapai 2,4 juta ha per tahun. Meskipun Indonesia telah menandatangani Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity) yang ditindaklanjuti dengan Strategi dan Rencana Tindak Keragaman Hayati Nasional (National Biodiversity and Action Plan) pada tahun 1990-an, dan mengimplementasikan sejumlah kebijakan, namun situasi fungsi hutan sebagai ‘konservasi’ di Indonesia masih ‘sangat memprihatinkan’, demikian menurut pernyataan Bank Dunia (2001).
Buku ini menginformasikan dampak buruk praktek pertambangan khususnya di hutan lindung dan pulau kecil. Pembahasan diawali dengan gambaran tentang semakin parahnya kawasan lindung di Indonesia, lalu tentang sisi kriminalitas dan dampak sosial dari pertambangan, dan korban-korban pertambangan dari kalangan perempuan. Disajikan pula informasi tentang alternatif pengelolaan pulau kecil selain untuk tambang, dan pedoman pengelolaan pulau kecil yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Rangkaian informasi ditutup dengan potret-potret penolakan tambang oleh publik yang semakin lantang.