| on Thursday, 28 May 2009
|
Views : 2081  |
Dulu, ketika desa itu masih ada, anak anak bermain dibawah bulan.
Mereka bernyanyi dan berpegang tangan, berkejaran dengan bayang bayang.
Kini, desa-desa itu tenggelam, semua diam, semua hilang, semua
terbenam. Anak anak menulis surat kepada bulan, barangkali ia
mendengar, teringat tarian dan dolanan dibawah purnamanya.’
Menulis surat untuk Bulan, itu tema peringatan 3 tahun lumpur Lapindo
oleh kaum muda dan anak-anak korban Lapindo, esok Jum’at - 29 Mei 2009,
jam 14.45 – 21.00 Wib di Parkir Barat Pasar Baru Porong Sidoarjo. Sejak pemerintah melupa, dan tak berani tegas pada pemilik PT Lapindo Brantas, mereka tak tahu kepada siapa meminta desa mereka dikembalikan. Mereka putuskan menulis surat untuk Bulan.
Mereka mengundang anda datang kesana. Datanglah dengan pakaian hitam, atau atribut hitam apapun. Mereka akan menyambut dengan senang hati.
Menurut M. Irsyad, ketua Komite 29 Mei Kaum Muda Korban Lapindo, anak-anak dan para pemuda akan melakukan banyak hal disana. Setidaknya agar mereka tak lupa bahwa mereka masih bisa bermain, berkarya bersama, dan terus tumbuh. Akan ada workshop Tari, Workshop Dolanan Anak, Workshop Komik oleh Rahman Seblat(Jogjakarta), Pameran Komik Layang-layang Anak-anak Permisan, Performance Musik dari kaum Muda Permisan dan Malang, Puisi oleh Saut Situmorang, Parade Musik Kampung oleh Suwandi dan Sanggar Kampus Surabaya, Larung Surat dengan Balon Kertas oleh Alice & Francisca (seniman dari Itali).
Dalam Solidaritas:
Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo, Jatam, Kontras, Kiara, Walhi, Satu Dunia, LBH Masyarakat, UPC, Imparsial, YLBHI, ICEL, Institut Hijau Indonesia, JRK, Lapis Budaya, SAKSI, Solidaritas Perempuan, Rumah Budaya Pecantingan, Walhi Jawa Timur, Kaum Muda Korban Lapindo.
|
|
|