HOME arrow PUBLIKASI arrow Buku arrow Membaranya Batubara, Konflik Kelas dan Etnik Ombilin-Sawahlunto-Sumatera Barat (1892-1996)
Membaranya Batubara, Konflik Kelas dan Etnik Ombilin-Sawahlunto-Sumatera Barat (1892-1996) PDF Print
on Wednesday, 11 July 2007

Views : 4353    


Penulis         : Erwiza Erman
Pengantar    : Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto      
Tahun Terbt  : 2005

Dunia Pertambangan di Indonesia tidak saja menunjukkan betapa kayanya sumber daya alam nusantara, namun juga menorehkan bara konflik yang terus membara, sejak zaman kolonial hingga sekarang ini. Buku yang semula merupakan disertasi penulis untuk meraih gelar Ph.D di Universitas Amsterdam ini, secara holistik memaparkan situasi tersebut dalam perspektif sejarah sosial dan pertambangan, yang membentang dalam rentang masa lebih dari satu abad (1892 - 1996). Dengan mengambil fokus perhatian pada aspek produksi dan dunia sosial politik penambang, penulis menelusuri dunia pertambangan dalam konteks perkembangan ekonomi dan sosial politik baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Hasilnya? Gambaran yang benderang mengenai aspek perubahan dan kontinuitas kehidupan dunia tambang yang begitu kompleks. Dan dalam kompleksitas kehidupan tambang tersebut, konflik kelas dan etnik menjadi warna
dominan yang mewarnai sejarah pertambangan Indonesia


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?