HOMEINFOBerita ASOSIASI PENGELOLA WISATA BAHARI MENDUKUNG SIKAP GUBENUR SULUT, 11 Juli 2007
ASOSIASI PENGELOLA WISATA BAHARI MENDUKUNG SIKAP GUBENUR SULUT, 11 Juli 2007
on Wednesday, 11 July 2007
Views : 1182
(JATAM, 11/07/07) North Sulawesi Watersports Association (NSWA), sebuah asosiasi beranggotakan lebih 20 pengusaha wisata diving dan resort diving yang mengembangkan upaya wisata bahari di kawasan Sulawesi Utara, kemarin (10/07) di websitenya <www.divenorthsulawesi.com> menyambut baik pernyataan gubernur Sulawesi Utara. Dr SH Sarundajang, mengumumkan bahwa dia hanya menginginkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah untuk lingkungan pulau.
Pada tahun 2006, PT Meares Soputan Mining, sebuah perusahaan tambang emas asing skala besar, di bawah penolakan masyarakat lokal, merencanakan membuang limbahnya diantara perairan yang sudah terkenal di manca negara, Taman Nasional Bunaken dan selat Lembeh.
Rencana pertambangan emas ini mengundang kekhawatiran gubenur Sulawesi Utara. Dia sangat menekankan perhatian terhadap teknologi yang memantau dampak lingkungan dari limbah pertambangan yang tidak mencukupi. Dia juga menekankan bagaimana pentingya air yang tidak terkontaminasi bagi warga sekitarnya.
Sulawesi Utara merupakan kawasan rawan gempa, jika pertambangan membuang lahannya di darat maka terjadinya gempa bumi akan memicu longsor yang sangat beresiko.
NSWA meminta pemerintah Indonesia untuk tidak memberikan ijin apapun hingga perusahaan tambang mendapatkan secara penuh seluruh persyaratan formal, melalui proses AMDAL yang independen, transparan dan komprehensif.
NSWA dibentuk pada tahun 1998, dengan tujuan utama mempromosikan Sulawesi Utara sebagai daerah tujuan wisata bahari kelas dunia melalui pengembangan standar pelayanan dan keselamatan yang tinggi dan secara khusus dengan mempromosikan aktivitas olahraga bahari yang lebih ramah-lingkungan di dalam wilayah Taman Nasional Laut Bunaken, Selat Lembeh dan seluruh wilayah laut provinsi Sulawesi Utara. Anggota NSW diantaranya adalah Lembeh Divers, Siladen Resort & Spa, Minahasa Divers. (JM)
Tak hanya membuat ruang hidup di daratan menyempit, di laut pengerukan batubara di
Kalimantan Selatan juga mendatangkan masalah bagi para nelayan. Telah sejak
lama wilayah tangkap mereka menyempit. Khususnya sejak kegiatan
pertambangan batubara marak dan menggunakan selat dan lautan di wilayah
Kotabaru sebagai jalur angkut.