Forum JATAM
Saturday, 30 January 2010

Sungguh tragis nasib pulau Kalimantan. Setelah sebagian besar hutannya dirusak, kini ganti dikeruk habis-habisan oleh tambang. Di Kalimantan Timur sedikitnya ada 33 ijin Kontrak Karya dan 1.212 Kuasa Pertambangan - terbanyak di Indonesia. Sementara kawasan hutan terakhir Kalimantan Selatan - pegunungan Meratus, juga akan dibuka untuk tambang sebesar 311 ha.
Tiap tahun, luasan hutan dan lahan pangan Kalimantan menyusut berganti lahan pengerukan batubara dan kebun sawit skala besar. Sementara jumlah pengangguran dan pendududk miskin di sekitar kawasan eksploitasi di atas, angkanya cenderung naik.

Kalimantan bagai menggali kuburnya sendiri, bagaimana menurut anda? Sampaikan pendapat anda di Forum JATAM 

HOME
Update Info Lomba Investigasi Korupsi : Korupsi di Sektor Pertambangan PDF Print

Hampir sepertiga daratan negeri kita dikapling-kapling untuk ijin pertambangan. Bahkan, di tahun 2006 saja sudah ada 2.559 ijin pertambangan yang dikeluarkan oleh pemerintah, Itu belum termasuk ijin-ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setelah otonomi daerah diberlakukan. Juga ijin-ijiin tambang galian C.

Mirisnya, pendapatan negara dari sektor tambang per September 2006 hanya Rp. 4,22 triliun (Tribun, 30/9/06), yang berasal dari royalti dan bagi hasil penjualan sejumlah perusahaan tambang.

Kemana larinya uang hasil penambangan tersebut? 

Jika anda tertarik untuk menelusuri lebih jauh korupsi di sektor pertambangan, kumpulkan informasi anda dan ikuti Lomba Investigasi Korupsi "Anak Muda Berantas Korupsi" yang berhadiah Total Rp 30 Juta, yang merupakan kerjasama ICW, Ramon Magsaysay Foundation dan JATAM

Temanya mencakup korupsi di sektor sektor pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumberdaya alam, pertambangan, migas, batubara, penebangan kayu, perkebunan skala besar dan lainnya.

Ketentuan Lomba :
•    Peserta adalah Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
•    Usia Maksimum 24 Tahun
•    Melampirkan Biodata Peserta dan Fotocopy Kartu Mahasiswa
•    Proposal disusun oleh Tim dengan anggota minimal 2 (dua) orang dan maksimal 5 (lima) orang
•    Tema proposal investigasi belum pernah dipublikasikan
• Proposal dikirimkan dalam bentuk softcopy melalui email This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it   paling lambat 5 Juli 2009 jam 24.00
•    Format Proposal
       •    Judul
      •    Latar Belakang
     •    Signifikansi
     •    Data awal
     •    Metodologi
     •    Analisa awal
     •    Personal detail
              o    Nama organisasi
              o    Ketua
              o    Anggota
              o    Keahlian/interest
              o    pengalaman
•    Format Penulisan : A4, Arial 11 Spasi 1, margin 2, 2, 2, 2, dengan jumlah maksimum 8 halaman

Keterangan lebih lanjut dapat dikirimkan ke email This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau ke Luluk Uliyah di 0815 9480 246 serta di YM krucil08

Baca informasi lengkap di http://www.jatam.org/content/blogcategory/55/58/

Atau di www.antikorupsi.org 

 
< Prev   Next >
 

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Pojok Lamin

Masyarakat Kabupaten Kulon Progo yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai menuntut agar Perda Prov DIY No 2 Tahun 2010 tentang RTRW pada Pasal 60 ayat 2 huruf b angka 2 menyebutkan, penambangan pasir besi di pesisir selatan dibolehkan. Segera dihapus

Baca Kelanjutannya hanya di Layanan JATAM (Intranet JATAM)

RSS dan IKJ

JATAM RSS  - Umpan RSS

atau Daftar Info Kilat Jatam:

Lihat Tampilan

Jaring Pendapat

UU Lingkungan Hidup harus menjamin siapa?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?