HOME arrow PUBLIKASI arrow Buku arrow SINGKAP BUYAT, Temuan, Pengabaian, Kolusi
SINGKAP BUYAT, Temuan, Pengabaian, Kolusi PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 4137    


Penulis       : P. Raja Siregar
Penerbit     : WALHI. September 2006
Halaman    : 320
   
Image Buku ini mendokumentasikan bagian-bagian terpenting seputar kasus lingkungan dan  kesehatan di Buyat, Kabupaten Minahasa Selatan, sekitar lokasi pertambangan emas PT.Newmont Minahasa Raya (NMR). Aspek lingkungan, kesehatan, penegakan hukum, dan peran media serta akademisi disajikan pada bab-bab terpisah.  Informasi dan analisa disajikan secara detail, dan sejumlah diantaranya belum pernah dibahas di media massa ataupun forum ilmiah. Buku ini ditulis oleh penggiat lingkungan yang mengamati masalah lingkungan di dusun Buyat Pante sejak tahun 2000, dan melakukan beberapa penelitian di wilayah tersebut.

Yang terbaru dan menarik pada buku ini adalah upaya Newmont untuk mempengaruhi opini masyarakat lewat media massa dan forum ilmiah (Bab VI). Sumberdaya manusia dan dana yang sangat besar dikerahkan untuk mengelola persepsi masyarakat atas citra perusahaan tersebut.


Sejumlah perusahan konsultan humas direkrut untuk menjangkau pekerja pers, akademisi, birokrat, organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat di tingkat desa hingga nasional. Analis media yang direkrut, setiap pagi mencermati pemberitaan koran mengenai kasus ini.  Pendapat setiap narasumber dicermati, dianalisa, dan ditelusuri kepentingannya. Pagi itu juga, usai menganalisa isi berita sejumlah media cetak, rekomendasi kepada manajemen diberikan; sejumlah respon terhadap isi berita ataupun pendekatan terhadap narasumber bila memungkinkan.

Sejak proses peradilan kasus ini dimulai di Manado, Agustus 2005, kegiatan penggalangan opini gencar dilakukan.  Setiap minggu sesi sidang diselenggarakan, satu atau dua tiga iklan perusahaan tambang tersebut muncul menghiasi sejumlah media massa Manado. Terkadang,  halaman tambahan (suplemen) juga muncul pada hari-hari sesudah siang. Memperhatikan sejumlah media cetak dan televisi lokal selama  proses pengadilan kasus ini, terlihat opini dari perusahaan mendominasi wawcana yang diterima masyarakat. Per Juli 2005 atau dalam waktu satu tahun saja sejak kasus tersebut mencuat di media massa akhir Juli 2004, Newmont melaporkan kepada SEC New York bahwa pihaknya menghabiskan biaya sekitar USD 8 juta (sekitar 72 milliar rupiah) untuk proses memperbaiki reputasinya atas kasus Buyat tersebut. Pengeluaran tahun berikutnya diperkirakan tidak berbeda jauh mengingat gencarnya penggalangan opini yang dilakukan.

Perusahaan konsultan humas yang direkrut tampaknya juga berhasil menjalin hubungan yang cukup dekat dengan pekerja pers di Manado, baik yang bekerja untuk harian lokal maupun nasional. Pertemuan rutin dengan komunitas wartawan di Manado diselenggarakan oleh konsultan humas Newmont sehari sebelum sidang maupun makan bersama di siang hari saat proses sidang kasus dugaan pencemaran tersebut berlangsung. Pertemuan sehari sebelum sidang biasanya diisi dengan pemaparan materi persidangan yang akan berlangsung oleh staf Newmont atau pengacara terdakwa.  Para wartawan menerima pandangan perusahaan atas isi dakwaan yang dibahas pada sidang perkara tersebut.  Netralitas dan isi berita pada sejumlah media cetak dan televisi lokal di Manado merupakan salah satu aspek yang dibahas dalam buku ini.

Sejumlah akademisi dan pimpinan perguruan tinggi di kota Manado ikut serta dibarisan depan kegiatan penggalangan opini tersebut.  Kegiatan penelitian, dan penyelenggaran sejumlah forum seminar dan perjalanan, diselenggarakan bersama dan didukung dana dari Newmont. Kedekatan dengan perusahaan tersebut, merupakan sikap yang tidak pernah ditunjukkan pada masyarakat yang menderita masalah kesehatan dan lingkungan. Institusi perguruan tinggi lalai, dan tidak menjaga jarak sama sekali terhadap perusahaan tambang yang menjadi pusat perdebatan. Beberapa diantara akademisi, secara gamblang menunjukkan keberpihakan pada perusahaan tambang PT.NMR, diantaranya dengan mengkambinghitamkan pihak lain (tambang tradisional di Sungai Totok ) sebagai sumber pencemaran di Teluk Buyat. Peran akademisi pada kasus Buyat merupakan fenomena yang menarik untuk dicermati dan didokumentasikan (disajikan pada Bab VII).

Penanganan masalah kesehatan di Buyat yang berlarut-larut tidak terlepas dari peran sejumlah akademisi Universitas Sam Ratulangi.  Pakar kesehatan di daerah tersebut bersikeras tidak ada masalah kesehatan di Buyat yang berhubungan dengan logam berat atau kaitannya dengan aktivitas Newmont. Berbekal penelitian yang terbatas, kesimpulan diambil. Berulangkali, kesimpulan diambil melampaui batas atau ruang lingkup penelitian tersebut. Seakan menambah keruwetan, kesalahan metodologi terjadi pada penelitian kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter
Universitas Sam Ratulangi. Kesalahan ini awalnya coba untuk ditutupi, lalu kemudian didiamkan.

Masalah lingkungan di sekitar lokasi pertambangan tersebut tidak hanya terjadi pada ekosistem laut di Teluk Buyat (disajikan pada BAB II), namun juga terjadi di darat.  Setelah Newmont mulai beroperasi, air sumur warga Desa Buyat tercemar oleh logam berat arsen. Masyarakat tidak mendapatkan informasi keadaan tersebut dari perusahaan, bahkan hingga kegiatan tambang berakhir bulan Agustus 2004. Bagaimana pencemaran pada air sumur tersebut berlangsung, hingga kini belum dilakukan penelitian untuk memastikannya (disajikan pada Bab IV).

Belakangan diketahui juga oleh Penulis, selama beberapa tahun, PT. NMR, memberikan pasokan air minum yang mengandung logam berat cukup tinggi kepada masyarakat Dusun Buyat Pante.  Air bersih yang diberikan, mengandung arsen melampaui baku mutu yang diperbolehkan menurut  Peraturan Menteri Kesehatan  No.907 Tahun 2002, maupun nilai referensi menurut WHO (2001).  Andaikata informasi mengenai sumur tersebut disampaikan sejak awal, masyarakat Desa Buyat tentunya memiliki kesempatan untuk terhindar dari kontaminasi logam berat.

Sejumlah besar warga masyarakat dusun Buyat Pante (kini mayoritas mengungsi ke Desa Duminanga), dan Desa Buyat, kini mengidap masalah kesehatan yang serius. Benjolan di sekujur tubuh, kram, rasa sakit dibagian perut dan kepala merupakan gambaran umum masalah kesehatan di dua pemukiman tersebut. Sejumlah bayi lahir dengan kondisi kulit yang parah, beberapa diantaranya meninggal saat dilahirkan. Hingga kini, penanganan yang memadai tidak diterima oleh masyarakat.  Intimidasi kepada sejumlah penderita masalah kesehatan kerap diterima dari aparat pemerintahan dan aparat kesehatan di tingkat Puskesmas dan rumah sakit daerah. Tim pemantau dari Komnas HAM (2005) menyimpulkan, hak atas kesehatan dan hak atas lingkungan hidup yang baik pada kasus Buyat telah dilanggar oleh pemerintah. Pemerintah tidak menjalankan kewajiban minimum untuk memenuhi hak atas kesehatan tersebut, hingga dinyatakan telah melanggar hak asasi manusia di sekitar wilayah pertambangan tersebut.   ***

 


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?