HOME arrow PUBLIKASI arrow Film arrow Emas Kami, Sengsara Kami
Emas Kami, Sengsara Kami PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 4711    


Produksi     : Yayasan PIKUL, 1999
Durasi         : 25:44

Dengan keramahannya masyarakat Dayak menunjukkan dimana tambang  emas mereka yang sudah puluhan tahun berada kepada beberapa "wisatawan asing", yang tak lama kemudian mengklaim bahwa kawasan tersebut adalah daerah Kontrak Karya pertambangan skala besar mereka. Kedatangan Indo Muro Kencana (IMK), perusahaan tambang emas dari Australia tersebut membuat berladang, berburu di hutan, mencari ikan di sungai serta menambang secara tradisional menjadi tak bebas lagi. Tak cuma lahan, tetapi juga tanah-tanah keramat, kuburan keluarga dan para leluhur masyarakat diserobot perusahaan dengan bantuan Brimob. Karena keadilan tak didapatkan di negeri tercinta, warga pun mengirimkan utusannya ke negara asal perusahaan, Australia, mengadukan perilaku perusahaannya kepada mererintah dan publik Australia. Emas tak lagi mendatangkan berkah, tetapi sengsara berkepanjangan.


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?