| on 21-01-2008 16:29
|
Views : 178  |
Oleh: Noviyanti Utaminingsih Kuhirup udara pagi... Awalnya menyejukan Terasa hingga paru-paruku Udara masuk memenuhi ruang... Tapi, tiba-tiba Sesak... Ahhhh... Rasanya sungguh bau, menyengat Dan aku tak lagi bisa bayangkan Paru-paruku kini terisi apa... Tiba-tiba mata ini disadarkan Asap rokok, asap knalpot, asap dari pabrik-pabrik Menyerbuku ingin menggapai tubuh ini... Aku berlari, terus berlari... Tapi, asap-asap itu terus mengejarku Sontak aku diam, dan bertanya-tanya? ”Kenapa mereka menyerangku?” ”Aku ada di mana?” Aaah, segalanya begitu buram Terselimuti kabut asap yang penuh aneka warna Aku tak mampu lagi melihat lagi... Aku biarkan kaki ini terus melangkah, Aku rindu suasana yang sejuk Tapi, kini asap-asap putih kembali menghalauku Mataku begitu perih.. Apa lagi ini? Bukankah aku sudah tidak berada di kota Bukankah aku ada di sebuah desa yang indah... Tapi, di sana... Kabut begitu tebal, Orang-orang berlarian ”kebakaran hutan” ”kebaran hutan” jerit mereka Aku ternganga Aku tak sanggup lagi berkata-kata Yang bisa kulakukan kini Hanya menutupi hidung dan mulutku Tuhan, aku ingin bertanya Di negeri manakah aku berada? Di tanah air nan hijau, Atau… di sebuah negeri produsen asap? Setiap ku berjalan Dari kota ke desa asap-asap datang menyerangku Mereka menyapaku, memelukku, Hingga kutak bisa bernapas... Tuhan... Apa yang salah dengan negeriku? Dan kepadamu tuan no satu Ada apa dengan rumahku Indonesia? Akan kau apakan negeriku ini?
|
By: Noviyanti Utaminingsih () on 25-01-2008 07:57