Picture2Agus Irawan, pria berusia 20 tahun. Penduduk Desa Buluminung ini ditemukan tenggelam pada tanggal 12 Ferbruari 2016 lalu di lubangan bekas tambang batubara. Pria yang akrab disapa Iwan sudah beberapa minggu terakhir ini tidak lagi bekerja dan mengisi waktu luangnya bermain bersama dengan teman-teman sebayanya. Iwan adalah korban pertama yang meninggal di lubang bekas galian tambang Penajam Paser Utara (PPU).

Putra tunggal dari Ibu Fani ini tinggal di Rt. 02 Kelurahan Buluminung Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dari keterangan Ibu korban, beliau menceritakan sore itu tanggal 12 Februari 2016 setelah makan bersama teman-temannya dirumah tetangga sebelah rumah, sekitar pukul 17.00 Wita ia pergi bersama tujuh teman lainya pergi berenang ke “danau biru” begitu sebutan warga sekitar kepada bekas lubang galian batubara milik PT. Bumi Enrgy Kaltim.

Sekitar pukul 17.10 wita iwan tiba di lokasi pemandian. Awalnya Iwan dan dua teman lainya berlomba menyebrangi danau tersebut. Ketika dua teman lainnya sudah sampai di sebrang danau dan melihat iwan masih di tengah danau berteriak minta tolong. Lima teman lainya yang sebelumnya tidak berenang awalnya mengira ia hanya bercanda saja. Tetapi selang beberapa waktu iwan tidak muncul-muncul. Akhirnya lima teman iwan pun berenang mencari iwan.

Menyadari iwan yang di cari-cari tidak ketemu maka salah satu teman iwan pun bergegas memberitahu tetangga iwan dan Pak Jufri ( Ketua Rt.02 ) untuk mencari pertolongan lainya. Ibu korban yang saat itu juga tak ada dirumah, menerima kabar dari tetangganya yang menelponya setelah maghrib. Orangtua korban langsung menuju lokasi kejadian dan melihat sudah banyak orang yang berkumpul disana.

Picture3Mulanya pecarian dilakukan bersama dengan tim tagana dan dari kepolisian setempat juga ikut membantu pencarian, akan tetapi ketika hari mulai malam tim tagana dan kepolisian sepakat untuk menghentikan pencarian. Pencarian akan dilanjutkan ke esokan harinya dengan alasan kurangnya lampu penerangan dan keamanan dilubang bekas galian tersebut. Namun hal tersebut tidak membuat keluarga korban dan warga sekitar untuk menghentikan pencarian. Sekitar 22.00 Wita masyarakat berinisiatif untuk mencari pinjaman perahu dan membuat pancing serta jangkar untuk mencari korban. Dengan peralatan sederhana hasil swadaya dari masyarakat akhirnya pencarian pun berakhir pada pukul 03.15 dini hari dengan di temukannya tubuh korban yang nyangkut mata pancing di kedalaman sekitar 8 meter.

Jenasah korban yang ditemukan langsung di bawa ke kediaman orangtua korban. Pada pukul 06.00 Wita jenasah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi, kemudian pada pukul 09.00 Wita jenasah di peulangkan kembali ke kediaman orangtua korban untuk dikebumikan.

Picture1Berdasarkan keterangan masyarakat setempat dan RT 02, kolam bekas tambang tersebut merupakan kolam bekas tambang batu bara yang diduga milik PT Bumi Energy Kaltim (PT BEK), warga menuturkan kolam bekas tambang tersebut telah ditinggalkan semenjak tahun 2010 akhir, kolam tersebut dibiarkan tetap terbuka selama 5 tahun. “Warga menuntut pada tahun 2011 untuk dilaksanakan penutupan lubang tambang bersama pemerintah desa setempat serta RT setempat namun tidak memperoleh respon positif dari pihak perusahaan dan kolam dibiarkan tetap terbuka (kata ketua RT 02)”.

Lemahnya keamanan bekas lubang tambang yang tidak ditutup oleh perusahaan dan dibiarkan menganga setiap saat dapat membahayakan nyawa warga, jarak yang sangat dekat dengan fasilitas publik ( Jalan Umum ) sehingga warga mudah datang dan pergi ke TKP.

Lokasi alamat TKP Lubang bekas tambang batubara ini terletak di Rt. 04 Kelurahan Buluminang Penajam Paser Utara.

Picture4Jarak lubang tambang yang sangat dekat dengan pemukiman yaitu 350 meter dari pemukiman mengakibatkan banyak anak-anak melakukan aktivitas karena meskipun kolam tersebut terdapat plang peringatan namun akses untuk menuju kolam terbuka, dan anak-anak sering berenang di wilayah kolam untuk melaksanakan rekreasi (kata ibu korban). Setelah dilakukan pengecekkan oleh Teresia Jari Tim Peneliti Air Jatam Kaltim ditemukan baku mutu air kolam yang digunakan warga dengan PH 3.76, yang artinya sangat asam dan berbahaya, melampaui bakumutu yang ditentukan di dalam Perda Kaltim No. 2 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Menurut catatan JATAM Kaltim, PT Bumi Energy Kaltim adalah IUP dengan Nomor SK545/02-IUP OP/EKONOMI/XII/2009 dengan luas 2.704 hektar, menambang di Lokasi Desa Buluminung, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menurut Divisi Lapor Kasus Jatam Kaltim Ketut Bagia Yasa dekatnya lubang tambang dengan pemukiman yaitu 350 meter diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 4 Tahun 2012 Tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara minimal 500 meter.

Selain itu dengan ditinggalkanya kolam bekas lubang tambang tanpa adanya penutupan kembali melanggar ketentuan PP No 78 tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang, dimana harus dilaksanakan Reklamasi setelah tidak adanya Operasi Produksi terhitiung paling lambat 30 hari kalender.

JATAM Mendesak Bupati PPU dan Gubernur untuk mengumumkan Darurat Lubang Tambang dan melakukan Audit pada seluruh Tambang di Kaltim, dan mendorong pengusutan Pidana Lingkungan Hidup sesuai pasal 97 – 112 pada UU 32 Tahun 2009, Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena bukan lagi anak-anak yang menjadi korban namun sekarang telah merenggut nyawa pemuda yang menjadi tulang punggung untuk keluarganya. Pemegang Ijin dan Penanggungjawab Usaha harus diseret ke proses hukum dan Pejabat Pengawas Tambang di PPU yang lalai memastikan Reklamasi tak dijalankan.